Mengungkap Misteri Film Koma: Ketegangan dan Keindahan Pagaralam dalam Film Perdana Troy Star Pictures

Kabar17.id, Bekasi - Troy Star Pictures, sebuah rumah produksi yang baru saja melangkah ke dunia perfilman, siap meluncurkan film perdana mereka berjudul “Koma Berhenti Sebelum Mati” di seluruh bioskop nasional mulai 31 Oktober 2024. Film ini mengusung genre drama misteri dan disutradarai oleh Kin Jun, yang terkenal dengan kemampuannya dalam menyutradarai adegan laga di layar lebar dan kaca nasional. “Koma” menjanjikan pengalaman yang segar dan menarik, terutama dengan fokus cerita yang unik.

Dibintangi oleh para aktor muda berbakat seperti Emiliano Fernando Cortizo (Kevin), Andi Viola (Karina), Robert Chaniago Timor (Rano), dan Nadya Yasmien (Anita), film ini menghadirkan petualangan yang dibalut dalam panorama estetis Pagaralam dan Gunung Dempo, Sumatera Selatan. Keindahan alam tersebut tidak hanya menambah daya tarik visual, tetapi juga menguatkan elemen misteri yang mendasari cerita. Pengambilan latar yang indah ini memberikan nuansa yang berbeda dan menambah kedalaman pada narasi yang dihadirkan.

Film Koma menceritakan petualangan tiga remaja seorang youtuber yang pergi ke Gunung Dempo dan akhirnya terjebak dalam sebuah konflik dengan sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Sebuah misteri yang mengakibatkan mereka bertiga koma, menjadikan cerita ini sebagai perjalanan konflik dan misteri menjelang kematian. Alur ceritanya penuh kejutan hingga akhir yang menguras emosi dan menyadarkan penonton akan makna sesungguhnya dari cerita tersebut.

Sang Sutradara Kin Jun, membagikan pengalamannya selama proses produksi film ini, terutama dalam hal pengambilan lokasi di Pagaralam. “Kenapa kita pilih Pagaralam? Karena memang view-nya luar biasa. Dari proses awal, kita sempat casting juga di sana. Proses hunting dan riset membutuhkan waktu dua minggu, dan untuk syutingnya sendiri hampir sebulan, termasuk persiapan. Syuting sebenarnya hanya 13 hari, itu pun di tahun 2022,” ujarnya ditemui usai prescon di Bekasi, pada, Sabtu 21 September 2024.

Kin Jun juga menjelaskan tentang beberapa tantangan dalam proses pascaproduksi, terutama dalam bagian efek visual yang dibuat untuk film. “Habis syuting, kita masuk ke proses editing. Di situ agak lama, terutama saat membuat konten gimmick. Salah satu contohnya, ketika air di sebuah danau tiba-tiba berubah menjadi darah. Padahal itu cuma halusinasi salah satu karakter, tapi dijadikan konten gimmick bahwa setiap bulan purnama danau tersebut berubah menjadi darah. Sayangnya, konten itu membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar. Nelayan yang mencari ikan di danau itu kehilangan mata pencaharian karena ikan-ikan mati setelah menuangkan cairan ke air," tuturnya.

Kin Jun menambahkan bahwa cerita ini berfungsi sebagai pelajaran tentang bagaimana tindakan yang terlihat ‘bagus’ untuk konten bisa memiliki konsekuensi buruk. Hal ini menjadi latar belakang misteri dan teror yang dialami oleh tiga karakter utama dalam film tersebut.

Produser Film Koma Berhenti Sebelum Mati, Hartini, mengatakan bersyukur diberi kesempatan untuk menjadi produser. "Ini adalah momen yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Dulu, saya hanya pekerja yang melihat artis-artis, tidak pernah terpikir akan sampai di titik ini. Namun, dengan berjalannya waktu, saya dipertemukan dengan orang-orang hebat, dan semua ini menjadi mungkin. Saya tidak menyangka akan berada di posisi ini," ujarnya di lokasi yang sama.

Hartini juga berharap agar film ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. “Semoga film ini bisa diterima oleh masyarakat. Pesan moralnya juga bagus. Silakan menonton nanti saat tayang mulai 31 Oktober 2024. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung kami,” ujarnya.

Andi Viola yang berperan sebagai Karina mengatakan bahwa karakternya itu kalem dan tidak banyak neko-neko. "Film ini berarti banget buat saya karena syutingnya sudah lama, dan alhamdulillah, ini bisa tayang tanggal 31 Oktober 2024. Saya tidak sabar, kita semua pasti excited dan penasaran dengan cerita ini!” ujarnya di lokasi yang sama.

Nadya Yasmien berperan sebagai Anita, bagian dari cerita tiga orang Youtuber yang datang ke sebuah desa. "Peran saya sangat berbeda, ambisius, ekspresif, dan ingin menghalalkan segala cara. Intinya, film ini menggambarkan sopan santun dan tingkah laku remaja yang sangat penting. Syutingnya sebelumnya sudah ada yang mengenal project ini, jadi kami benar-benar mendapatkan chemistry yang baik, baik di dalam maupun di luar film. Pengalaman ini sangat bagus, dan saya puas dengan trailer yang sudah dirilis!” tuturnya di lokasi yang sama.

Emiliano Cortizo berperan sebagai Kevin, karakter yang membuat mereka sadar atas kesalahan mereka mengganggu kampung Pagaralam. "Ini berbeda dari film horor lain yang fokus pada darah dan kejar-kejaran hantu. Koma lebih mengedepankan pesan dan cerita yang menarik, dan saya sangat penasaran dengan plot twist yang ada!” ucapnya di lokasi yang sama.

Robert Chaniago Timor sebagai Rano, laki-laki pemberani yang sangat positif terhadap pasangannya, Anita. "Pesan moral film ini sangat penting, terutama bagi siapa pun yang datang ke kota baru. Kita harus menghormati daerah dan budaya setempat. Film ini menggambarkan banyak hal mistis di Indonesia, dan semoga dapat mendukung pariwisata Pagaralam. Mari dukung film ini saat tayang pada 31 Oktober 2024," katanya di lokasi yang sama.

Troy Star Pictures memilih genre ini sebagai pembuka film perdananya dengan dasar kecintaan pada film-film nasional. Visual yang cantik dan cerita yang memikat menjadi daya tarik utama film Koma. Meskipun baru kembali masuk ke dunia film, Hartini mengungkapkan bahwa di masa mudanya, dia belajar banyak soal film dari almarhum Tanaka dan Robert Santosa, dua pamannya yang merupakan sutradara film laga sukses di zamannya. Bersama Roy Christian, keduanya mengangkat cerita Koma ke layar lebar dan kini siap dirilis di bioskop mulai 31 Oktober 2024.

Kin Jun juga berterima kasih kepada Walikota Pagaralam, Alfian, atas dukungan yang diberikan selama proses syuting. “Kita sangat berterima kasih kepada Pak Walikota, Pak Alfian, yang sudah mendukung kita selama proses syuting di Pagaralam. Syuting di mana-mana dijaga dan dikawal, membuat prosesnya lebih lancar. Selain sebagai film, kita juga berharap Koma bisa menjadi media untuk mengangkat pariwisata di Pagaralam. Dengan keindahan landscape-nya, gunung, sungai, dan alam Indonesia yang luar biasa, kita berharap film ini bisa memperkenalkan Pagaralam, bahkan hingga ke luar negeri," tuturnya.

Didukung oleh Citrus Sinema sebagai distributor, film Koma akan tayang di jaringan bioskop nasional seperti XXI, CGV, Platinum, Cinepolis, KCM, dan beberapa bioskop lainnya. Antusiasme terhadap film Koma terlihat sangat besar, terutama di Sumatera Selatan dan sekitarnya. Flyer dan trailer film ini sudah bertebaran, dan official trailer dirilis oleh Troy Star Pictures.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kodim 1710/Mimika Tutup Persami Pramuka, Wujudkan Generasi Berkarakter dan Disiplin

TNI Angkatan Laut Bersama Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Mayat Korban Kecelakaan Laut di Perairan Batang Kuantan Indragiri Hilir

Songsong HUT IBI Ke-74, Ikatan Bidan Indonesia PD Provinsi Maluku Laksanakan Fun Walk